- Praktik Baik Pembelajaran Teks Informasi Bahasa Indonesia
- SDN Tirtasari I, 2024/2025
- Astri Yuliawati, S.Pd.
- Berpikir kritis adalah kompetensi esensial abad ke-21
- Pembelajaran Bahasa Indonesia menekankan nalar dan logika, bukan sekadar penguasaan bahasa
- Siswa diharapkan mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi secara objektif
- Fakta: Kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV masih rendah, pembelajaran masih berpusat pada guru
- Model Problem Based Learning (PBL) hadir sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa
- Teks informasi: materi penting untuk membangun dasar berpikir kritis
- Siswa cenderung membaca permukaan, tanpa analisis mendalam
- Metode pembelajaran dominan ceramah, siswa pasif
- Kemampuan literasi siswa bervariasi, sebagian kesulitan menyaring informasi penting
- Mengatasi rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa
- Membiasakan siswa aktif dan mandiri dalam memahami teks informasi
- Membekali siswa dengan keterampilan relevan untuk pembelajaran dan kehidupan sehari-hari
- Guru sebagai perancang dan fasilitator pembelajaran inovatif
- Mendorong partisipasi aktif siswa
- Menerapkan PBL untuk mengatasi pembelajaran pasif dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis
- Kemampuan literasi siswa beragam
- Manajemen waktu dan kelas (diskusi, investigasi, presentasi)
- Guru harus siap menjadi fasilitator, menyiapkan masalah autentik, sumber belajar, dan instrumen evaluasi berpikir kritis
- Orientasi siswa pada masalah
- Mengorganisir siswa dalam kelompok
- Membimbing investigasi dan diskusi
- Mengembangkan dan menyajikan hasil
- Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
- Guru sebagai fasilitator aktif, siswa sebagai subjek pembelajaran
- Siswa lebih aktif, diskusi kelompok hidup
- Kemampuan analisis dan pemecahan masalah meningkat
- Keterampilan sosial dan rasa percaya diri berkembang
- Motivasi belajar siswa meningkat, pembelajaran terasa lebih bermakna dan menantang
- PBL efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kepercayaan diri siswa
- Kunci keberhasilan: perencanaan masalah kontekstual, pendampingan guru, ruang eksplorasi siswa
- Guru lain disarankan menerapkan PBL untuk melatih HOTS di berbagai mata pelajaran
- Kolaborasi antarguru memperkaya pembelajaran dan membangun generasi kritis serta kreatif
- Rahmadana, J., dkk. (2023). Jurnal Basicedu, 7(1), 224-230.
- Tampubolon, G., dkk. (2024). Qistina: Jurnal Multidisiplin Indonesia, 3(1), 843-848.
1 / 10